Tampilkan postingan dengan label Tugas Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Maret 2016

Tugas Analisis Novel - Lonceng Cinta di Sekolah Guru

ANALISIS NOVEL

Tema
Pendidikan guru (SPG)
Memang beginilah padang panjang setiap hari. Pagi selalu basah. Hujan seakan dikirim oleh gunung merapi sebagai hadiah. Kami anak-anak sekolah pendidikan guru (SPG) sudah berbicara dengan kondisi seperti ini. halaman 27.
Cinta tak Berujung
Jika saja kita dulu berkomunikasi tentulah sekarang aku sudah jadi istrimu. halaman 350.

Tokoh dan Penokohan
Tokoh
Nurus        - Linda            - Zeta            - Tafdi
Eni        - Tata            - Kribo            - Ida
Susi        - Khairul        - Mutafdi        - Mustafa
Ibrahim        - Haslinda        - Isnedi        - Afrizal
Marsanti    - Budi            - Muzaman        - Rabayati
Rabayana    - Asniisah Putri    - Putra Rajawali   
Fitri        - Ridwan        - Lilis            - Maya
Titin        - Rani            - Khairanis        - Numpit
Sri Gustiana    - Irman            - Herssdon        - Yetti
Pak Mawardi    - Pak Fauzi        - Bu Roslina        - Khairil
Bu Marnis    - Sukri            - Nofialdi        - Tuak ogak
Walinagari    - Abrar            - Pak Yanuar        - Umi
Ayah        - Mak Khalamandir    - Ujang Karebo    - Zulkarnain
Aran        - Arin            - Mutiara

Penokohan
Nurus
Pemalas
Bisa jadi aku pintar tapi aku pemalas, mungkin yang terakhir yang benar aku malas belajar drum, malas menekan tuts organ. Padahalaman semua tersedia di sekolah kami. halaman 32.
Tidak mudah putus asa
Sedangkan orang yang aayah bundanya tidak terpisah sering juga kekurangan uang, sementara aku ayah entah di rantau mana umi ditinggal sendiri, aku yakin banyak yang lebih pahit dari aku. halaman 32.
Suka menggombal
Cintamu bagai embun yang jatuh dari ujung-ujung ilalang, jatuh menimpa jantungku. halaman 50.
Munafik
Tata tak ada apa-apa. Ia sahabat belaka, percayalah padaku, kataku inilah cara laki-laki menyelamatkan diri. halaman 53.
Licik
Bagaimana kalau aku yang mewakilimu? Ia setuju, tapi ada syaratnya. Aku dan reza harus masuk kantin yang disepakati. Ridwan akan duluan masuk kesana. halaman 57.

Ridwan
Kemauan yang keras
Setelah jadi guru aku akan menyekolahkan adikku sampai tinggi. halaman 70.
Memikirkan kehidupan adiknya
Yang tidak baik adalah kalau kakaknya tidak ikut serta menyumbang untuk pendidikannya. halaman 75.
Semangat yang tinggi
Ridwan berkaki ayam menuju SD di desa tetangga, 10  km jauhnya. Ia akan berjalan kaki bersama teman-temannya. halaman 71.
Suka menasehati
Jadi maksudku rajin-rajinlah kau belajar Nurul. halaman 72.
Pekerja keras
Tubuhnya terbentuk demikian karena ia bekerja keras. halaman 72.
Romantis
Sehelai sautangan segiemat berenda ditepinya diperlihatkan oleh Ridwan kepadaku untuk zeta katanya. halaman 78.
Pintar
Ridwan memang hebat di kelas. Ia pintar ia rajin. Ia berani bertanya dan menjawab pertanyaan. halaman 85.
Kribo
Rajin
Tapi aku suka dia karena dia rajin. halaman 32.
Guru
Baik, sering marah, disiplin.
Ia guru yang baik, meski sering marah ada siswi jika terlambat sedikit saja pasti dilarang masuk. halaman 90.
Tafdi
Usil
Anak ini tahu saja apa yang ku pikirkan. Ia memang sahabat yang suka usil. halaman 46.
Ayah Ridwan
Sabar
Atas peristiwa itu ayah Ridwan diamankan ke kantor polisi dan diminta keterangan. halaman 168.
Fitri
Suka menikung teman
Zeta sudah ada yang punya dan tidak mungkin bertemu ruas dengan buku. Zeta tak mau menikah dengan orang sekampung tak enak katanya. halaman 193.
Bapak Fauzi
Orangnya luwes
Orangnya luwes dan memiliki kamera nikon. halaman 209.
Khairil
Aneh
Ini orangnya aneh, entah dimana ia belajar, ia bisa bahasa inggris. halaman 211.
Abrar
Nakal
Temanku ini sering tinggal kelas karena nakal dan anak paling jago berkelahi. halaman 216.
Mak Khaidir
Bijaksana
Mak Khaidir yang bijaksana itu pun tidak ada jalan keluar yang diberikan. halaman 272.
Irwan
Baik hati
Merogoh kantongnya lalu membayar sewa buku. halaman 292.
Zulkarnain
Tidak setia
Zulkarnain mau berpisah dengan anak istrinya tapi sejujurnya Mutiara telah merampas hartanya. halaman 348.
Mutiara
Cekatan
Si gadis payung kuning mendekatinya meletakkan tangannya di kening aran. halaman 345.
Aran
Pintar
Ia tumbuh menjadi anak yang pintar. halaman 344.
Arin
Zeta
Rajin
Mereka berdua menjadi guru yang amat rajin. halaman 341.

Latar
Tempat
Padang Panjang
Padang panjang basah dimana-mana. halaman 1.
Asrama Bidadari
Ini asrama Bidadari. halaman 32.
Padang Panjang Buncah
Orangpun berdatangan ke padang panjang buncah. halaman 26.
Rel kereta api
Tanpa sadar aku telah sampai di rel kereta api di tengah-tengah kota. halaman 27.
Sungai Talang ke arah Bukit Tinggi
Ia tinggal di sungai Talang arah ke Bukit Tinggi. halaman 31.
Kawasan Tanah Hitam
Setahun kemudian aku permisi untuk tinggal di kos lagi, di sebuah rumah warga di kawasan Tanah Hitam. halaman 62.
Di dalam kelas
Di dalam kelas itu meja diletakkan dua-dua sehingga jadi satu. halaman 89.
Taman
Taman kecil disisi jalan. halaman 156.
Surau
Mereka sebenarnya bermain tetapi sebagian mengaji. halaman 216.
Kelok sembilan
Empat hari ia harus bermukim di kelok sembilan. Kelok sembilan terletak pada kilometer ke – 148 dari padang arah ke pekan baru. halaman 316.

Latar Waktu
Pagi hari
Pagi yang kuyup padang panjang basah dimana-mana. halaman 1.
Sore hari
Bus P.O Manila yang aku tumpangi berangkat sore-sore ke padang panjang. halaman 108.
Malam hari
Malam telah menyungkup. Mobil berhenti penumpang harus makan terlebih dahulu. halaman 109.

Latar Suasana
Senang
Hari ini cerah, secerah hatiku. Aku mau berhari minggu bersama Zeta karena itulah siang ini muncul bintang di langit. Bukan hanya bintang tapi juga rembulan. Bukan hanya langit yang berhias tapi juga taman bunga di seluruh negeri. halaman 147.
Tegang
“Apa jaminannya bahwa kamu akan kembali ke sini atau ayahmu akan menjemput ransel kotor ini, tidak adakan?” halaman 114.
Sedih
“Pak tolong kasih saya karcis ke manna. Nanti disana ayahku yang membayar”, kataku. halaman 116.

Alur
Maju
Lalu kepala sekolah memberikan kuliah yang panjang tentang masa depan, tentang guru yang baik, tentang cinta dan tentang jiwa remaja yang bergejolak. halaman 82.
Mundur
Jika aku ingat televisi pertama di kampungku yang begitu menghipnotis itu bagian dari culture shock. Halaman serupa terjadi di mana-mana. Itu pulalah yang terjadi ketika film di televisi cuma Siti Nurbaya diputar. Jalan juga menjadi sepi. halaman 237.
 
Sudut Pandang
Orang pertama tunggal
Apalagi memikirkan kalimantan, ke jakarta saja aku belum pernah. halaman 38.
Orang pertama tunggal
Aku boleh saja terombang-ambing cinta yang mengarungi laut yang gelisah. halaman 40.
Orang pertama tunggal
Aku tak tahu apa yang terjadi di dalam sana. halaman 24.
Orang ketiga jamak
Mereka un pergi mandi. halaman 24.

Amanat
Jangan mengkhianati teman
Maka fitri bukanlah berusaha meyakinkan dede agar jangan menganggu Zeta tapi mengatakan Zeta sudah ada yang punya dan ia tak mungkin ruas bertemu dengan buku. Zeta tak mau menikah dengan orang sekampung. Zeta dicari fitri bersua. Maka seusai menikah mereka terbang ke Jakarta. halaman 193.
Gapailah cita-cita setinggi mungkin
Umi menceritakan bahwa aku diterima di IKIP. “Harus kuliah”. Kata etekku itu sembari membuka kalung emasnya.
“Bawalah ini jual dan uangnya untuk mendaftar ke IKIP. Menurutnya hanya akulah dari suku kami yang bisa diterima di Sipenmaru. Kalau bisa bersekolah tinggi tak kayu jenjang dikeping tak jenjang tangkai kapak dikeping. Pokokny harus sekolah agar orang jangan terlantas angan saja.” halaman 331.

Gaya Bahasa
Aku seperti rusa jantan yang betinanya baru saja ditembak pemburu (majas personifikasi). halaman 23.

RESENSI NOVEL

Identitas Buku
Judul Buku        : Lonceng Cinta di Sekolah Guru
Pengarang        : Khairul Jasmi
Editor            : Veni Andriyani
Penerbit        : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit        : 2012
Tebal Buku        : 353 halamanaman
Harga Buku        : Rp. 20.000

Sinopsis
Menjadi guru SD bukanlah pekerjaan gampang. Gaji kecil perangai anak dan orang tuanya berjuta ragamnya. Belum lagi, perangai atasan dan atasannya lagi. Mengajar di SD adalah pengabdian. Sebagaimana yang dijelaskan guru mereka di SD dulu. halaman 342.

Kelebihan Novel
Pembaca jadi mengerti bahasa minang
“sialai sialai balilah balilah “, katanya dalam bahasa minang tiap ia memohon agar penumpang membeli dagangannya sesering itu pula aku menahan air matanya. halaman 127.
Covernya bagus

Kekurangan Novel
Bahasanya susah dipahami karena sebagian menggunakan bahasa minang.
“ang kok kapai marantau juo, jan lupo jo kampuang urang gaekang. Adiak adiak ang kok berbasil di rantau. Kaba an pulang baok kami.” Maksudnya jika pergi merantau jangan lupa kampung, orang tua dan adik-adik. Kalau berhasil ingat kampung dan teman-teman. halaman 111.

Kesimpulan
Guru juga memiliki sisi-sisi manusiawi yang perlu dimengerti.
Ibunya harus bekerja keras dan menjual sawah agar dapat mendanai pendidikan Nurus dan adik-adiknya.

Senin, 15 Februari 2016

Tugas Analisis Novel - Berselimut Surban Cinta

RESENSI NOVEL
BERSELIMUT SURBAN CINTA

Judul Buku            : Berselimut Surban Cinta
Identitas Buku
Karya            : Irwanto Al - Krienciehie
Angkatan        : Angkatan 2000
Cetakan        : Cetakan I, Maret 2008
Penerbit        : Diva Press, Jogjakarta
Tebal Buku        : 331 halaman

Sinopsis
Suatu pagi di danau kerinci seorang wanita sedang  melamun. Ia bernama bening. Bening merupakan mahasiswi di kampus STAIN Kerinci semester enam jurusan Tarbiyah program studi Pendidikan Agama Islam. Ia mempunyai sahabat bernama Fitrah dan Ica. Mereka sama-sama aktif sebagai aktivis Lembaga Dakwah Kampus (LDK). Suatu hari Fitrah duduk di bawah pondok kampus sambil membaca buku tetapi kemudian ia sangat tergesa-gesa masuk kelasnya sehingga bukunya tertinggal di sana.
Ketika ia pulang kuliah, ia melihat ke tempat dimana tadi ia membaca buku, ternyata terlihat seorang laki-laki sedang membaca buku. Lalu ia teringat bahwa buku yang tertinggal tadi pasti masih berada di sana. Laki-laki itu pergi meninggalkan pondok, lalu Fitrah menuju ke tempat tersebut dan menemukan secarik kertas bertuliskan “Maafkan aku yang membaca buku catatanmu (dari seseorang)”.
Pagi hari yang cerah Fitrah pergi ke sebuah bukit bernama bukit Bukit Khayangan. Ia ingin menikmati indahnya alam Kerinci dari bukit tersebut. Sesampainya di sana ia terkejut karena ada wanita yang jatuh pingsan. Ternyata wanita tersebut adalah Bening, yang tidak lain adalah teman kampusnya. Seorang bapak menolong dan membawanya ke rumah sakit terdekat, bapak tersebut bernama Pak Azis.

Kelebihan Novel
Novel ini dapat disebut sebagai novl psikologi, novel budaya, novel spiritual sekaligus novel politik. Novel ini sangat inspiratif dan imajinatif, baik dari alur maupun karakter tokoh yang dimunculkan. Ya sangat ‘gurih’, ‘renyah’ dan enak kapan pun kita mau membacanya. Salut! Halaman 9.

Kekurangan Novel
Tapi ia membebaskan tokohnya mengembangkan emosional dalam kultur keislaman, kemodernan, keindonesiaan, sehingga seakan-akan tokoh tidak memperdulikan nilai-nilai simbolistik, tapi lebih menonjolkan nilai substantif. Halaman 7-8.
Jenis Bahasa
Bahasa Arab    : “Ana mau ke bukit Khayangan semoga pikiran ana teredasi dan hati tercerahi dengan melihat karunia Allah yang begitu luas. Dan, esok ana tenang mengikuti ujian semester. Oke? Ana pergi dulu ya?” Halaman 38.
Bahasa Asing    : “Bunga Intan bunga kudarek/Tigo-tigo bunga melati/kami itam kami jaek/sapo mbuh kasih kami.” Halaman 77.


UNSUR INSTRISIK NOVEL

Tema
    Tema dalam novel Berselimut Surban Cinta ini lebih condong pada asmara atau percintaan. “Lazuardi tambah bimbang dan bingung dibuatnya. Lazuardi tak habis pikir mengapa Bening menyatakan persoalan luapan hatinya.” Halaman 151.

Tokoh dan Penokohan
Lazuardi (Pendendam)
“Aku tak sudi lagi melihat dirimu hadir di sini. Karena kekecewaan sudah menyelimuti relung kalbuku. Apalagi yang ku harapkan dari dirimu yang munafik, sok alim, sok suci dan sok bersih.” Lazuardi mencoret sebuah foto di bukunya. Halaman 49.

Defri (Pemalu)
“Defri tertunduk malu, lalu ia menarik nafas panjang. Ia berusaha memberanikan diri minta tolong kepada lazuardi untuk menyelesaikan masalahnya.” Halaman 107.
Mamak (Suka menolong)
“Iya, tadi di bukit Khayangan ada seorang wanita yang pingsan dan dengan senang hati Mamak membantunya, lalu Mamak membawanya ke Rumah Sakit DKT.” Halaman 43.
Ihsan (Sopan, tegas)
“Di, antum datang saja, mana tahu di sana antum daat menambah wawasan keislaman. Ingat Di! Islam itu bukan simbolistik dari kopiah, surban, koko dan ‘aksesori’ yang agak islami lainnya. Tetapi Islam itu adalah substantif dan transformatif, yaitu sikap ramah, jujur, disiplin, taat beribadah dan suka beramal shalih.”  Halaman 54.
Ica (Gaul)
“Ica, yang nama panjangnya adalah Alisya Fitriani adalah cewek yang sangat terkenal di kalangan aktivis LDK. Ia sering disebut dengan akhwat gaul, karena ia selalu menggunakan bahasa gaul dalam bicaranya. Walau pun ia berjilbab panjang.” Halaman 64.
Pak Aziz (Pemarah)
“Jawab...! Atau kamu ku bunuh.” Pak Aziz kian marah. Halaman 103.
Bening (Ikhlas)
“Fitrah terharu melihat sikap Bening yang ikhlas menyumbangkan darahnya untuk lazuardi.” Halaman 322.
Fitrah (Baik)
“Fitrah, itulah nama gadis yang setiap pagi bila ia pulang kampung selalu melepaskan pandangannya ke gunung kerinci dan lautan padang teh di kecamatan Kayu Aro.” Halaman 28.
Depati Mangku Bumi (Berwibawa)
“Terlepas siapa yang benar dan salah, selaku Mamak selayaknyalah Pak Aziz membuat tenang, aman dan damainya rumah ini selain sebagai Mamak. Pak Aziz juga anak jantan Ibu Hartini.” Depati Mangku Bumi bicara penuh wibawa. Halaman 97.

Alur
    Seperti beberapa novel yang lainnya, novel Berselimut Surban Cinta ini menggunakan alur campuran, yakni terdapat alur maju dan alur mundur. Akan tetapi yang menjadi catatan di sini alur maju lebih dominan dalam alur cerita, ini karena alur maju hanya sedikit terdapat dalam cerita ini, alur mudur merupakan flashback yang bertujuan untuk menggugah memori sebagai pengingat tentang beberapa hal yang pernah dialami oleh beberapa tokoh.

Latar
Latar Tempat
Di rumah
“Sampai di rumah. Ibu Hartini sibuk mempersiapkan barang dagangannya yang akan dijual besok.” Halaman 186.
Di Masjid
“Bening menuju ruang wudhu bersama para aktivis muslimah lainnya.” Halaman 148.
Di tepi pantai
“Lazuardi menawarkan kepada Bening untuk bincang-bincang di tepi pantai.” Halaman 149.
Di dapur
“Ibu Hartini menghidangkan makanan yang dibelinya di pasar untuk Lazuardi dan Defri.” Halaman 108.
Di perjalanan
“Dalam perjalanan, orang itu berjumpa lagi dengan iblis.” Halaman 112.
Di kost
“Sampai di rumah kost, Lazuardi merasa gelisah, karena ia telah menyatakan persetujuan untuk menikah dengan Fitrah.” Halaman 120.
Di tempat tidur
“Lazuardi bangkit dari tempat tidurnya membuka pintu”. Halaman 132.
Bukit Khayangan
“Bening mempersiapkan pembekalan untuk dibawanya ke bukit Khayangan.” Halaman 37.
Terminal
“Sampai di terminal, Lazuardi membeli pembekalan berupa makanan untuk dinikmatinya nanti Pancoran Rayo.” Halaman 50.



Latar Waktu
Ahad
“Fitrah melepaskan pandangannya ke danau nan luas.” Halaman 67.
Senin siang
“Pukul 12.00 siang, dimana bayang-bayang sedang sejajar dengan badan.” Halaman 105.
Adzan Zhuhur
“Ya, sekarang kita shalat zhuhur dulu. Setelah shalat insya Allah aku akan ke rumah Mamak untuk menyampaikan hal yang kamu sampaikan tadi.” Halaman 115.
Pagi yang cerah
“Lazuardi merasa hari ini akan menjadi hari yang baik baginya,” Halaman 137.
Ahad pagi yang cerah
“Pada hari libur, banyak orang mengunjungi obyek wisata, sehingga kota padang ramai sekali.” Halaman 147.
Adzan Zhuhur
“Kalau begitu, kita shalat zhuhur dulu ya.” Ajak Fitrah. Halaman 198.
Latar Suasana
Cemas
“Dok, bagaimana kondisinya?”. Tanya Pak Aziz. Halaman 42.
Sunyi dan Sepi
“Dalam keheningan malam yang sunyi sepi, Lazuardi berwudhu melaksanakan shalat Tahajjud.” Halaman 54.
Sedih
“Ana tidak menyangka, bahwa selain ana, Lazuardi juga menerima cinta orang lain yaitu antum, Bening.” Halaman 203.
Sedih
“Sabar, Bening... kita semua mencintai Pak Lazuardi. Tapi kehendak Allah di atas segalanya.” Halaman 326.
 
Sudut Pandang
    Menggunakan sudut pandang orang ketiga  sebagai tokohnya yakni dengan menyebut tokoh utama yang bernama Lazuardi ketika sedang bercerita.” Halaman 109-110.

Gaya Bahasa
    Ada beberapa kalimat yang menggunakan bahasa asing. Halaman : 38, 77, 82, 88, 94, 96, 183, 217.

Amanat
    Di dalam perjalanan hidup kita sendirilah yang menentukan baik buruknya masa depan kita. Janganlah engkau sandarkan atau bergantung pada karena hanya satu tempat bersandar dan bergantung. Yakni Allah SWT.